You are currently viewing Anak Terima Angpao, Ajarkan Pengelolaan Kekayaan
anak yang menerima angpao harus diajarkan pengelolaan kekayaan

Anak Terima Angpao, Ajarkan Pengelolaan Kekayaan

Imlek tak terasa sudah ada di depan mata. Biasanya anak terima angpao dalam jumlah besar, sayangnya mereka belum bisa melakukan pengelolaan kekayaan dengan baik hingga uang itu habis begitu saja.

Pemberian uang dalam amplop merah ini merupakan tradsi turun temurun pada perayaan Imlek. Taip anak pasti menunggu momen tersebut karena tahu akan menerima sejumlah uang untuk mereka manfaatkan membeli beragam barang.

Pemberian amplop merah berisi uang ini memliki beragam makna. Seperti menghilangkan roh jahat lewat koin logam hingga memberi rezeki kepada sanak keluarga yang belum memiliki pendapatan tetap.

Selain mengajarkan mereka terutama anak dalam pentingnya berbagi kepada sesama, momen ini menjadi cara dalam mengajarkan mereka mengenai literasi keuangan. Namun point terakhir kerap terlupakan oleh sebagian orang tua.

Ketika mendapatkan uang dalam jumlah besar, anak bisa kita ajarkan cara mengelolanya demi masa depannya. Lantas apa saja literasi keuangan yang dapat orang tua berikan sejak dini kepada sang buah hati?

Tak terasa, Lebaran sudah di depan mata. Mom dan Dad sudah menyiapkan apa saja untuk menyambut hari kemenangan? Bagaimana dengan angpao lebaran anak? Jika Mom dan Dad ingin berbagi kebahagian, berapa jumlah angpao lebaran anak yang sebaiknya disisihkan dan diberikan?

Baca juga: Kaya Raya dengan Pengelolaan Keuangan Terencana

Kenalkan soal nilai uang

Banyak anak yang masih belum mengenal pentingnya uang untuk mengamankan kehidupan sekaligus masa depan. Mereka umumnya berfikir untuk menghabiskannya sesuai nominal yang ada.

Sebagai orang tua yang baik, kita wajib memberikan pengetahuan soal dan keuangan. Tentu saja dengan pemilihan dan porsi yang pas, tergantung umur dan tingkat pendidikan yang tengah mereka jalani.

Mulailah dengan memberi pemahaman soal nilai uang dan ciri-cirinya. Lalu mulai masuk kepada manfaat yang bisa kita dapat dengan nominal uang tersebut selain membeli mainan.

Baca juga: Angpao Terkelola, Tujuan Keuangan Tercapai

Anak terima angpao saatnya mengenalkan usaha mendapatkan uang

Anak tidak akan tahu bagaimana usaha keras yang orang dewasa lakukan dalam memperoleh uang. Pekerjaan apa saja yang bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah hingga bagaimana capeknya mendapatkan dana tersebut.

Orang tua yang bijak perlu menjelaskan pada mereka bagaimana jerih payah seseorang untuk mendapat uang. Tujuannya supaya sang anak lebih menghargai uang dan tidak seenaknya membelanjakan dana tersebut.

Ketika anak terima angpao, mereka cenderung menghabiskannya tanpa pikir panjang. Orang tua bisa menjadi mentor dalam pengelolaan kekayaan dengan mengingatkan mereka soal jatuh bangun mendapat uang.

Beberapa hal kecil yang dapat kita lakukan untuk memberikan mereka pemahaman soal mendapat uang yakni meminta mereka melakukan sesuatu. Sebelum menerima angpao, anak bisa mendapat tantangan seperti bernyanyi atau hal lain.

Setelah sang buah hati melaksanakannya, barulah angpao mereka dapatkan. Hal ini secara tak langsung mengajarkan mereka mengenai usaha sebelum mendapatkan uang agar dapat menghargai uang lebih besar.

Beramal

Setiap rezeki yang datang merupakan titipan, sehingga kita perlu memberikan beberapa persen kepada orang lain. Beramal tidak akan membuat kita menjadi miskin, bahkan menambah kemungkinan menerima rezeki lebih besar.

Pada kenyataannya angpao memiliki konsep bersyukur terhadap rezeki berlimpah yang selama ini datang. Sang buah hati perlu mengetahui hal ini untuk lebih bersyukur dan rela beramal untuk kebaikan orang lain.

Orang tua bisa mengajak mereka mengunjungi panti asuhan atau kantor penyalur amal yang ada. Hal ini akan memberikan mereka gambaran mengenai banyaknya orang kurang beruntung dan perlu pertolongan sesama.

Hal ini akan membuka mata mereka mengenai pintingnya membantu sesama yang membutuhkan. Nilai yang sudah kita ajarkan sejak dini mampu mereka serap dan harapannya dapat mereka ingat sampai tua nanti sehingga jadi perhatian.

Anak terima angpao, ajarkan menabung

Saat menerima uang, anak cenderung akan menghabiskannya. Pada saat ini, peran orang tua sangat penting untuk mengarahkan dan memberikan masukan mengenai cara pengelolaan kekayaan dengan cara menabung.

Ketika anak terima angpao, orang tua perlu memberikan pemahaman kepada mereka mengenai pentingnya menabuung untuk mengamankan masa depan. Kita bisa menyiapkan celengan dan menyarankan mereka mengenai besaran uang untuk menabung.

Jika memungkinkan, tanyakan mereka mengenai tujuan besar yang ingin anak miliki. Arahkan sang buah hati memiliki pemahaman bahwa menabung dapat memungkinkannya menggapai keinginan tersbut.

Kita bisa memperlihatkan beberapa tabungan atau investasi yang ada kepada mereka. Berikan pemahaman mereka mengenai tujuannya kelak.

Jangan lupa memberitahu soal lembaga keuangan terpercaya seperti Koperasi Hartanah. Koperasi ini memiliki legalitas hukum untuk menjalankan bisnis dan diawasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Dalam menjalankan bisnisnya Koperasi Hartanah memiliki manajemen yang profesional dengan orang-orang terbaik dalam memutar keuangan para anggota. Koperasi konsumen tersebut memiliki beragam program unggulan untuk sukseskan tujuan keuangan.

Simak segala informasinya melalui laman www.hartanahgroup.com atau WhatsApp Hana.

Tinggalkan Balasan