You are currently viewing Kredit Macet Dihindari, Pengelolaan Keuangan Terbantu
tips perencanaan keuangan untuk pekerja lepas

Kredit Macet Dihindari, Pengelolaan Keuangan Terbantu

Mengajukan pinjaman maupun cicilan untuk membeli barang mahal seperti mobil, motor, hingga rumah. Tindakan tersebut sah saja terjadi, tapi kita harus hindari kredit macet agar pengelolaan keuangan terbantu.

Cicilan yang tak bisa terbayar tepat waktu akan menambah beban pengeluaran pada masa mendatang, sebab ada denda yang harus keluar karena kelalaian ini. Selain itu kita akan merasa terganggu akibat banyaknya pemberitahuan untuk segera melunasi kewajiban ini.

Utang yang melilit kita membuat arus keuangan terganggu dan menyebabkan sulitnya mencapai kebebasan finansial. Jika sudah terlanjur berutang, segera lunasi beban itu walaupun belum mencapai tenggat waktu.

Supaya kita terhindar dari kemungkinan ini apalagi mengingat situasi ekonomi belum pulih seperti sedia kala, cobalah melakukan beberapa langkah ini.

Pinjaman tak boleh lebih dari kemampuan

Sebelum mengajukan pinjaman, kita perlu menyesuaikan kemampuan dalam membayar. Beberapa indikator penentu kemampuan ini dapat terlihat dari pendapatan bulanan, pasif income, nilai investasi, dan dana darurat.

Instrument keuangan ini sangat penting untuk meningkatkan presentase kemampuan membayar tagihan. Jangan mengambil pinjaman baru untuk menutupi utang sebelumnya, sebab hal ini akan menambah masalah baru.

Beban utang akan bertambah dan mengurangi kemampuan dalam menyediakan kebutuhan pribadi. Mulai sekarang lakukan perhitungan cermat sebelum mengambil berutang, apalagi dalam jumlah besar.

Amannya, besaran utang yang kita miliki tidak boleh melebihi 30 persen dari pendapatan. Kita akan lebih mudah dalam mengatur cicilan hingga terbebas dari risiko gagal bayar maupun penunggakkan.

Baca juga: Cicilan Masa Depan dan Pendidikan Anak

Segera lunasi utang, hindari kredit macet

Banyak orang yang menyepelekan tagihan cicilan bulanan, bahkan beberapa orang sampai melewatkannya dan berujung pada penambahan beban melalui pinalti. Tindakan ini sangat merugikan keuangan pribadi.

Jadikan pelunasan utang sebagai salah satu tujuan finansial yang ingin kita gapai. Menundanya hanya akan meningkatkan risiko kredit macet yang menjadi problem dalam pengelolaan keuangan kedepannya.

Jika sewaktu-waktu kita tak mampu membayar tagihan, cobalah untuk berkonsultasi pada pihak pemberi pinjaman. Jelaskan kendala keuangan yang sedang melanda, sebab biasanya akan ada penyesuaian, apalagi utang tersebut berasal dari bank.

Mintalah beberapa keringanan mulai dari nominal hingga tenggat waktu pelunasan. Hal tersebut akan sangat membantu keuanganmu.

Hindari berutang untuk membeli barang konsumtif

Salah satu penyebab kredit macet adalah beban cicilan dari kartu kredit. Kemudahan transaksi membuat kita cenderung jadi orang yang konsumtif dalam berbelanja dan sembarang menggunakan kartu tersebut.

Menggunakan kartu kredit untuk membayar tagihan bolah saja, tapi jangan gunakan layanan ini untuk membeli barang konsumsi. Manfaatkan layanannya untuk membeli beberapa barang yang sifatnya mendadak atau dalam jumlah besar.

Baca juga: Ide Bisnis yang Dilakukan Saat Pensiun Dini

Tips hindari kredit macet dengan mencari tambahan

Agar keuangan terjamin dan menghindarkan dari risiko kredit macet, ada baiknya kita menempuh banyak cara dalam mendapat uang tambahan. Kita bisa mencari pekerjaan sampingan sebagai langkah mencari tambahan dana.

Selain itu, mulailah menabung dan investasi dengan tujuan yang jelas agar instrumen pilihan kita tepat dalam menggapai target tersebut. Lalu mulailah pola hidup sederhana, jauhkan diri dari godaan potongan harga maupun promo.

Hidup sederhana

Saat ini banyak orang yang termakan oleh gengsi dan ingin terlihat menonjol dalam lingkungan. Padahal keuangan mereka tidak sebaik itu, bahkan sebagian besar barang yang dibeli berasal dari pinjaman.

Mengajukan pinjaman hanya untuk memuaskan hasrat pribadi merupakan kesalah besar dari kebanyakan orang. Tindakan ini tak layak untuk kita lakukan dan berisiko membebani neraca keuangan.

Penambahan pemasukan dapat kita gunakan untuk membayar cicilan sehingga tak ada lagi kredit macet yang kita rasakan. Pengelolaan keuangan makin longgar, sehingga kita bebas melakukan investasi kemana pun.

Apapun alasannya, utang harus terbayar tuntas, sehingga pikirkan dengan matang mengenai jumlah dan peruntukannya. Lakukan secara berkala audit keuangan pribadi supaya finansial kita tetap stabil walau telah memiliki cicilan.

Tambahlah pemasukan melalui berbagai instrumen keuangan, salah satunya koperasi. ada salah satu lembaga koperasi andalan yang dapat kita manfaatkan layanannya untuk meningkatkan pemasukan pada periode tertentu.

Salah satunya adalah Koperasi Hartanah. Lembaga keuangan ini memiliki sistem bunga berbunga yang dapat memaksimalkan modal yang tiap bulan kita tanamkan, melalui beberapa program milik mereka.

Buatlah target keuangan pribadi, lalu sesuaikan dengan program yang ada mulai dari simpanan pasti, simpanan masa depan, hingga simpanan berhadiah. Ketahui segala informasinya melalui www.hartanahgroup.com atau whatsaap Hana.

Tinggalkan Balasan